Sabtu, 22 Februari 2014

Filsafat Dan AGAMA


A.     Filsafat dan Agama

Filsafat dan agama itu adalah ibarat dua serangkai yang tidak dapat dipisahkan satu dengan yang lain, hidup berdampingan dengan damai, yang demikian itu disebabkan filsafat itu sangat besar sekali kepentingannya bagi kemajuan akal dan pikiran manusia, sedangkan agama sangs dibutuhkan oleh jiwa dan rohani manusia sebagai pedoman dan pegangan hidup menuju ketenangan batin.
Dalam sejarah filsafat filosuf-filosuf besar seperti Plato, Aristoteles me ngakui kebesarran agama dan sangat besar jasanya dalam membuka aliran fikiran ahli-ahli fikir agama kristen pada masa itu hingga sekarang (Badawi : 1979). Meskipun filosof Plato dan Aristoteles adalah dua orang filosuf yang tidak beragama, tetapi mereka itu meyakinkan, merasakan dan mengakui diatas kekuasaan alam ini ada kekuasaan yang maha tinggi itulah Tuhan Yang Maha Esa.
            Menurut Imanuel Khant filsafat dan agama iti serangkai yang tidak dapat dipisahkan untuk menjadi dasar dan pandangan hidup. Filsafat agama mengandung arti berfikir tentang dasar-dasar agama manurut logika secara bebes (Nasution : 1973).
Dasar-dasar agama yang dibahas meliputi wahyu, pengiriman Rasul dan Nabi, Ketuhanan, Roh Manusia, keabadian hidup, hubungan manusia dengan Tuhan, soal kejahatan, soal hidup kedua dan sebagainya. Bahasan filsafat juga dibahas oleh teologi sehingga perlu di bedakan filsafat agama dengan teologi. Teologi hanya bermaksud memberikan penjelasan atau Interpretasi tentang dasar-dasar itu.

Teologi dibagi menjadi tiga aliran yaitu:
1.      Teologi tradisional
Teologi tradisional yaitu menerima kebenaran ajaran agama sudah sebagai suatu kebenaran tidak memikirkan apa itu benar apa tidak.
2.      Teologi liberal
Mebahas dasar-dasar agama secara liberal kritis dan analisis.
3.      Teologi natural
Teologi natural yaitu teologi yang tidak berdasarkan wahyu tetapi berdasarkan pendapat akal.

Filsafat agama yang dipentingkan adalah yang berfikir tentang dasar agama, mencoba memahami dasar-dasar itu menurut logika dan dangan damikian dapat memberikan penjelasan inteliligible kepada orang-orang yang tak percaya pada wahyu dan hanya berpegang pada pendapat akal.
Dasar utama dalam pemahaman agama adalah  kepercayaan pada adanya tuhan, tiap-tiap agama berdasarkan atas kepercayaan pada sesuatu yang ghoib dan cara hidup manusia yang percaya pada agama didunia ini amat rapat hubungannya dengan kepercayaan tarsebut. Ada beberapa konsep ketuhanan yaitu :
1.      Dinamisme
Berasal dari bahasa yunani dinamis yang berarti kekuatan dalam kepercayaan ini bahwa tiap-tipa benda yang berada di sekelilingnya bisa mempunyai kekuatan batin, kekuatan ini bisa disebut mana,mana terdapat dimana-mana tetapi mana tidak tetap,mana bisa hilang dari suatu benda dan sebaliknya benda lain yang tidak mempunyai mana tidak bisa memperoleh mana.
2.      Animisme
Semua benda baik yang bernyawa ataupun tidak bernyawa mempunyai roh. Roh itu tersusun dari suatu zat atau materi yang halus, yang dapat menyerupaiuap atau udara,roh itu makan, mempunyai bentuk dan umur, karene itu roh harus di beri makan sebagaimana halnya dengan manusia, selain  itu roh mempunyi kekuatan dan kehendak bisa merasa senang dan menjadi marah, bila marah membahayakan bagi manusia, untuk itu keridhoanya harus di cari dengan cara memberi makan, mengemukakan korban kepadanya dan mengadakan pesta khusus untuk roh.

3.      Polytheisme
Peningkatan dari roh menjadi dewa yang merupakan kepercayaan polytheisme, dewa lebih berkuasa lebih tinggi kedudukannya.

4.      Henotheimisme
Paham banyak dewa dalam Polytheisme tidak memberikan kepuasan kepada manusia, akhirnya paham ini meningkat menjadi Henotheimisme yang mempercayai diantara dewa-dewa yang banyak mesti ada satu dewa yang mempunyai kedudukan lebih tinggi dan penyembahnya harus di utamakan.

5.      Monotheisme
Paham ini berpendapat bahwa di alam ini hanya ada satu tuhan, yaitu satu Eloh untuk seluruh manusia, satu tuhan yang menjadikan seluruh kosmos dan tidak ada tuhan selain dia.

6.      Naturalisme
Menurut naturalisme alam ini berdiri sendiri, serba sempurna, beredar dan beroperasi menurut sifat-sifat yang terdapat dalam dirinya sendiri yaitu menurut hukum sebab musabab.
7.      Deisme
Deisme berasal dari kata deus yang berarti tuhan, menurut paham ini tuhan berada jauh diluar alam, tuhan menciptakan alam, dan sesudah diciptakannya ia tidak memperhatikan alam lagi.
8.      Theisme
Theisme berpendapat bahwa tuhan adalah transendent yaitu diluar alam, tetapi dekat dengan alam, alam setelah diciptakan, tuhan tetap berhajat kepadanya.

9.      Atheisme
Kepercayaan bahwa tuhan tidak ada, alam ada dengan sendirinya serta serba lengkap bergerak menurut UU yang terdapat dalam dirinya sendiri.

10.  Agnossticisme
Paham agnossticisme tidak dengan tegas mengatakan bahwa tuhan tidak ada, tuhan mungkin ada, tetapi manusia tidak bisa mengetahuinya secara positif.

11.  Pantheisme
Paham ini berpendapat bahwa seluruhnya adalah tuhan. Tuhan ialah semua yang ada dalam keseluruhan, benda-benda yang ditangkap dengan panca indra adalah bagian dari tuhan, saya dan saudara adalah bagian dari tuhan.

B.     Perbedaan dan persamaan filsafat dan agama
Perbedaan filsafat dan  agama tidak terletak pada bidangnya akan tetapi akan tetapi akan caranya penyelidikan bidang itu sendiri, filsafat berarti memikir,sedangkan agama berarti mengabdikan diri. Menurut William Temple “Filsafat menuntut pengetahuan untuk memahami, sedangkan agama menentut pengetahuan untuk beribadah (Rasyidi : 1990).
            Suatu perbedaan lain antara agama dan filsafat adalah agama banyak hubungannya dengan hati, sedangkan filsafat banyak hubungannya dengan fikiran. Perbedaan yang lebih jauh antara filsafat dan agama adalah bahwa filsafat walaupun bersifat tenang dalam pekerjaannya, akan tetapi sering mengerukan fikiran pemeluk filsafatnya, sedangkan agama walaupun memenuhi pemeluknya dengan semangat dan perasaan pengabdian diri, akan tetapi mempunyai efek yang menenangkan jiwa pemeluknya.
            Agama dalam bentuknya yang murni adalah kebenara, karena datang dari sumber kebenaran yang mutlak, jadi agama adalah gerakan yang telah sampai kepada kebenaran itu. Kalau filsafat mencari kebenaran, maka agama telah mencapai hakikat kebenaran itu (Badawi : 1979).
            Dari uraian diatas jelaslah bahwa perbedaan antara filsafat dengan filsafat agama, filsafat ilmu bergerak mencari hakikat kebenaran, sedangkan filsafat agama bergerak membukakan hakikat kebenaran. Para filosuf islam dalam pembahasan pokok agama dan filsafat adalah satu Karena kedua-duanya memperkatakan prinsip-prinsip yang goib jauh dari wujud yang dihadapi.
            Tujuan filsafat senada dengan tujuan agama, keduanya bertujuan membina kebahagiaan melalui iman dan amal yang baik. Tujuan filsafat dan agama adalah sama yaitu memahami dunia, tetapi tujuan kepahamannya berbeda-beda. Dalam filsafat tujuan itu adalah cinta kepada ilmu pengetahuan yang bijaksana, dengan hasil kedamaian dan kepuasan jiwa. Dalam agama tujuan itu damai keseimbangan, penyesuaian, keselamatan dirangkum dengan satu istilah islam, salam.
            Sekalipun filsafat dan agama sama-sama mengabdi kepada kebenaran terdapat perbedaan kedudukan kebenaran itu dalam lapangan masing-masing. Pada filsafat kebenaran itu terlatak diujung, ia mulai dengan kesangsian, berfikir selangkah demi selangkah dengan teratur, sadar dan konsisten untuk akhirnya diujung pemikiran sampai pada kebenaran. Pada agama kebenaran itu terletak dipangkal, ia mulai dengan kepercayaan setelah itu baru ia berfikir dan didalam memikirkan tidak boleh lepas dari pangkal itu, kesangsian menguburkan filsafat, apabila kesangsian itu lenyap filsafat berhenti, tetapi kesangsian dalam agama merusak, apabila seorang pada agamanya berarti ia telah meninggalkan kepercayaannya.
            Persamaan lain antara filsafat dan agama adalah masing-masing merupakan sumber nilai terutama nilai-nilai etika, perbedaannya nilai-nilai etika filsafat merupakan produk akal, sedangkan nilai-nilai agama di percayai sebagai di tentukan oleh tuhan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar