A. Filsafat
dan Agama
Filsafat
dan agama itu adalah ibarat dua serangkai yang tidak dapat dipisahkan satu
dengan yang lain, hidup berdampingan dengan damai, yang demikian itu disebabkan
filsafat itu sangat besar sekali kepentingannya bagi kemajuan akal dan pikiran
manusia, sedangkan agama sangs dibutuhkan oleh jiwa dan rohani manusia sebagai
pedoman dan pegangan hidup menuju ketenangan batin.
Dalam
sejarah filsafat filosuf-filosuf besar seperti Plato, Aristoteles me ngakui
kebesarran agama dan sangat besar jasanya dalam membuka aliran fikiran
ahli-ahli fikir agama kristen pada masa itu hingga sekarang (Badawi : 1979).
Meskipun filosof Plato dan Aristoteles adalah dua orang filosuf yang tidak
beragama, tetapi mereka itu meyakinkan, merasakan dan mengakui diatas kekuasaan
alam ini ada kekuasaan yang maha tinggi itulah Tuhan Yang Maha Esa.
Menurut Imanuel Khant filsafat dan
agama iti serangkai yang tidak dapat dipisahkan untuk menjadi dasar dan
pandangan hidup. Filsafat agama mengandung arti berfikir tentang dasar-dasar
agama manurut logika secara bebes (Nasution : 1973).
Dasar-dasar
agama yang dibahas meliputi wahyu, pengiriman Rasul dan Nabi, Ketuhanan, Roh
Manusia, keabadian hidup, hubungan manusia dengan Tuhan, soal kejahatan, soal
hidup kedua dan sebagainya. Bahasan filsafat juga dibahas oleh teologi sehingga
perlu di bedakan filsafat agama dengan teologi. Teologi hanya bermaksud
memberikan penjelasan atau Interpretasi tentang dasar-dasar itu.
Teologi
dibagi menjadi tiga aliran yaitu:
1. Teologi
tradisional
Teologi
tradisional yaitu menerima kebenaran ajaran agama sudah sebagai suatu kebenaran
tidak memikirkan apa itu benar apa tidak.
2. Teologi
liberal
Mebahas
dasar-dasar agama secara liberal kritis dan analisis.
3. Teologi
natural
Teologi natural
yaitu teologi yang tidak berdasarkan wahyu tetapi berdasarkan pendapat akal.
Filsafat
agama yang dipentingkan adalah yang berfikir tentang dasar agama, mencoba
memahami dasar-dasar itu menurut logika dan dangan damikian dapat memberikan
penjelasan inteliligible kepada orang-orang yang tak percaya pada wahyu dan
hanya berpegang pada pendapat akal.
Dasar
utama dalam pemahaman agama adalah
kepercayaan pada adanya tuhan, tiap-tiap agama berdasarkan atas
kepercayaan pada sesuatu yang ghoib dan cara hidup manusia yang percaya pada
agama didunia ini amat rapat hubungannya dengan kepercayaan tarsebut. Ada
beberapa konsep ketuhanan yaitu :
1. Dinamisme
Berasal dari
bahasa yunani dinamis yang berarti kekuatan dalam kepercayaan ini bahwa
tiap-tipa benda yang berada di sekelilingnya bisa mempunyai kekuatan batin,
kekuatan ini bisa disebut mana,mana terdapat dimana-mana tetapi mana tidak
tetap,mana bisa hilang dari suatu benda dan sebaliknya benda lain yang tidak
mempunyai mana tidak bisa memperoleh mana.
2. Animisme
Semua benda baik
yang bernyawa ataupun tidak bernyawa mempunyai roh. Roh itu tersusun dari suatu
zat atau materi yang halus, yang dapat menyerupaiuap atau udara,roh itu makan,
mempunyai bentuk dan umur, karene itu roh harus di beri makan sebagaimana
halnya dengan manusia, selain itu roh
mempunyi kekuatan dan kehendak bisa merasa senang dan menjadi marah, bila marah
membahayakan bagi manusia, untuk itu keridhoanya harus di cari dengan cara
memberi makan, mengemukakan korban kepadanya dan mengadakan pesta khusus untuk
roh.
3. Polytheisme
Peningkatan dari
roh menjadi dewa yang merupakan kepercayaan polytheisme, dewa lebih berkuasa
lebih tinggi kedudukannya.
4. Henotheimisme
Paham banyak
dewa dalam Polytheisme tidak memberikan kepuasan kepada manusia, akhirnya paham
ini meningkat menjadi Henotheimisme yang mempercayai diantara dewa-dewa yang
banyak mesti ada satu dewa yang mempunyai kedudukan lebih tinggi dan
penyembahnya harus di utamakan.
5. Monotheisme
Paham ini
berpendapat bahwa di alam ini hanya ada satu tuhan, yaitu satu Eloh untuk
seluruh manusia, satu tuhan yang menjadikan seluruh kosmos dan tidak ada tuhan
selain dia.
6. Naturalisme
Menurut
naturalisme alam ini berdiri sendiri, serba sempurna, beredar dan beroperasi
menurut sifat-sifat yang terdapat dalam dirinya sendiri yaitu menurut hukum
sebab musabab.
7. Deisme
Deisme berasal
dari kata deus yang berarti tuhan, menurut paham ini tuhan berada jauh diluar
alam, tuhan menciptakan alam, dan sesudah diciptakannya ia tidak memperhatikan alam
lagi.
8. Theisme
Theisme
berpendapat bahwa tuhan adalah transendent yaitu diluar alam, tetapi dekat
dengan alam, alam setelah diciptakan, tuhan tetap berhajat kepadanya.
9. Atheisme
Kepercayaan
bahwa tuhan tidak ada, alam ada dengan sendirinya serta serba lengkap bergerak
menurut UU yang terdapat dalam dirinya sendiri.
10. Agnossticisme
Paham
agnossticisme tidak dengan tegas mengatakan bahwa tuhan tidak ada, tuhan
mungkin ada, tetapi manusia tidak bisa mengetahuinya secara positif.
11. Pantheisme
Paham
ini berpendapat bahwa seluruhnya adalah tuhan. Tuhan ialah semua yang ada dalam
keseluruhan, benda-benda yang ditangkap dengan panca indra adalah bagian dari
tuhan, saya dan saudara adalah bagian dari tuhan.
B.
Perbedaan
dan persamaan filsafat dan agama
Perbedaan
filsafat dan agama tidak terletak pada
bidangnya akan tetapi akan tetapi akan caranya penyelidikan bidang itu sendiri,
filsafat berarti memikir,sedangkan agama berarti mengabdikan diri. Menurut
William Temple “Filsafat menuntut pengetahuan untuk memahami, sedangkan agama
menentut pengetahuan untuk beribadah (Rasyidi : 1990).
Suatu perbedaan lain antara agama
dan filsafat adalah agama banyak hubungannya dengan hati, sedangkan filsafat
banyak hubungannya dengan fikiran. Perbedaan yang lebih jauh antara filsafat
dan agama adalah bahwa filsafat walaupun bersifat tenang dalam pekerjaannya,
akan tetapi sering mengerukan fikiran pemeluk filsafatnya, sedangkan agama
walaupun memenuhi pemeluknya dengan semangat dan perasaan pengabdian diri, akan
tetapi mempunyai efek yang menenangkan jiwa pemeluknya.
Agama dalam bentuknya yang murni
adalah kebenara, karena datang dari sumber kebenaran yang mutlak, jadi agama
adalah gerakan yang telah sampai kepada kebenaran itu. Kalau filsafat mencari
kebenaran, maka agama telah mencapai hakikat kebenaran itu (Badawi : 1979).
Dari uraian diatas jelaslah bahwa
perbedaan antara filsafat dengan filsafat agama, filsafat ilmu bergerak mencari
hakikat kebenaran, sedangkan filsafat agama bergerak membukakan hakikat
kebenaran. Para filosuf islam dalam pembahasan pokok agama dan filsafat adalah
satu Karena kedua-duanya memperkatakan prinsip-prinsip yang goib jauh dari
wujud yang dihadapi.
Tujuan filsafat senada dengan tujuan
agama, keduanya bertujuan membina kebahagiaan melalui iman dan amal yang baik.
Tujuan filsafat dan agama adalah sama yaitu memahami dunia, tetapi tujuan
kepahamannya berbeda-beda. Dalam filsafat tujuan itu adalah cinta kepada ilmu
pengetahuan yang bijaksana, dengan hasil kedamaian dan kepuasan jiwa. Dalam
agama tujuan itu damai keseimbangan, penyesuaian, keselamatan dirangkum dengan
satu istilah islam, salam.
Sekalipun filsafat dan agama
sama-sama mengabdi kepada kebenaran terdapat perbedaan kedudukan kebenaran itu
dalam lapangan masing-masing. Pada filsafat kebenaran itu terlatak diujung, ia
mulai dengan kesangsian, berfikir selangkah demi selangkah dengan teratur,
sadar dan konsisten untuk akhirnya diujung pemikiran sampai pada kebenaran.
Pada agama kebenaran itu terletak dipangkal, ia mulai dengan kepercayaan
setelah itu baru ia berfikir dan didalam memikirkan tidak boleh lepas dari
pangkal itu, kesangsian menguburkan filsafat, apabila kesangsian itu lenyap
filsafat berhenti, tetapi kesangsian dalam agama merusak, apabila seorang pada
agamanya berarti ia telah meninggalkan kepercayaannya.
Persamaan lain antara filsafat dan
agama adalah masing-masing merupakan sumber nilai terutama nilai-nilai etika,
perbedaannya nilai-nilai etika filsafat merupakan produk akal, sedangkan
nilai-nilai agama di percayai sebagai di tentukan oleh tuhan.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar