A. Bermacam-macam
corak kebudayaan.
Dalam
negara Islam di Masa Daulah Abbasiyah, berkembang bermacam corak kebudayaan,
yang berasal dari beberapa bangsa. Hal ini disebabkan :
1. Warga
negara terdiri dari berbagai unsur bangsa,
2. Pergaulan
yang intim dan kawin campuran,
3. Berbagai
bangsa memeluk agama Islam,
4. Meningkatnya
kemajuan yang membutuhkan ilmu pengetahuan luas dalam segala bidang kehidupan.
Apa
yang terjadi dalam unsur bangsa, terjadi pula dalam unsur kebudyaan. Seperti
halnya terjadi asimilasi unsur bangsa. Maka terjadi pula asimilasi unsur
kebudayaan.
Dalam
unsur bangsa terdapat perbedaan-perbedaan. Tiap-tiap unsur bangsa mempunyai
kelebihan dan kekurangannya. Turunan yang lahir dari percampuran darah,
menghasilkan unsur baru dalam bangsa, yang memiliki kelebihan-kelebihan dua
unsur dan keaiban dua darah.
...........
c.
Kebudayaan Yunany
Berbicara
tentang kebudayaan Yunany, berarti kita membicarakan suatu samudera yang luas.
Penaklukka negeri-negeri Asia dan Afrika oleh Iskandar Makdoni, menyebabkan
kebudayaan Yunani bertebaran di Benua Timur.
Kemaharajaan
Iskandar terdiri dari Yunany dan Makdoni di Eropa, Mesir dan Libya di Afrika,
Syria, Palestina, Irak, Parsia, Turkestan, Afghanistan, Bulukhistan dan
sebagian India di Asia.
Politik
yang dijalankan Iskandar, yaitu mendekatkan negeri-negeri jajahan dengan
negeri-negeri berbangsa Grik. Dia melakukan asimilasi unsur Grik dengan unsur
Asia dan Afrika dalam pembinaan tamaddun kemaharajaannya. Dia menganjurkan
turunan Yunany mempergauli rakyat tanah jajahan, para pujangga dan sarjana
disuruh memperkembangkan ilmu dan kebudayaan mereka. Karena itu, menjalarkan
peradaban dan kebudayaan Yunany.
Sebelum
dan sesudah Islam, terkenalah di Timur beberapa kota yang menjadi pusat
kehidupan kebudayaan Yunany. Yang paling termasyuhur yaitu :
1. Jundaisabur
Terletak
di Khuzistan, di bangun oleh sabur I, yang di jadikan tempat pembuangan para
tawanan Rumany. Inilah sebab-sebabnya, maka Jundaisabur menjadi sumber
kebudayaan Yunany. Pada waktu berkuasanya Kisra Anusyarwan. Keizer Parsia yang
terbesar, didirikanlah dalam kota Jundaisabur sekolah tinggi kedokteran yang di
ajarkan berbagai ilmu Yunany dengan bahasa Persia. Setelah kota tersebut jatuh
di bawah kekuasaan Islam, sekolah tinggi tersebut masih tetap berdiri dan di
zaman Daulah Abbasiyah di adakan perubahan-perubahan dan pembaharuan.
Untuk
tempat praktek para mahasiswanya, maka Kisra membangunkan sebuah rumah sakit
umum yang bernama “Bimarastana”, yang kemudian Fakultas Kedokteran itu pun
terkenal dengan nama Sekolah Tinggi Thib Bimarastana.
2. Harran
Kota
yang di bangun di Utara Irak, yang menjadi pusat pertemuan segala macam
kebudayaan. Sejak lama kota ini telah di diami oleh berbagai unsur bangsa.
Raja-raja Yunany yang silih berganti berusaha menjadikan Harran sebagai pusat peradaban
dan kebudayaannya di Timur, sehingga warga kota Harran merupakan pengembang
kebudayaan Yunany terpenting di zaman Islam, terutama di masa Daulah Abbasiyah.
3. Iskandariyah
Ibukota
Mesir waktu menjadi jajahan Yunany. Dalam kota Iskandariyah ini lahirnya aliran
falsafah terbesar, yang terkenal dengan nama “Filsafat baru Plato” (Neo
Platonism) kecuali tempat lahirnya aliran baru filsafah Plato, juga
Iskandariyah menjadi pusat kegiatan kebudayaan Yunany, yang terkenal dengan
alirn Iskandar.
Untuk
pertama kali dalam masa Daulah Amawiyah, aliran Iskandar bertemu dengan dunia
Islam, sementara dalam masa Daulah Abbasiyah hubungan Alam pikiran Kaum
Muslimin.
Dalam masa
Daulah Abbasiyah, kitab-kitab dalam bahasa Yunany banyak sekali di salin ke
dalam bahasa Arab, hal mana membuka jalan masuknya pengaruh kebudayaan Yunany
ke dalam kebudayaan Islam.
d.Kebudayaan
Arab
Masuknya
kebudayaan Arab ke dalam Kebudayaan Islam, terjadi dengan dua jalan utama :
1. Jalur
Agama
Islam
mengharuskan mempelajari Al-Qur’an, Hadist, Fiqh, yang semuanya dalam bahasa
Arab. Pengembangan ajaran agama ini. Pada mulanya dilakukan oleh Muslim Arab,
dimana mereka masih memakai kebudayaanya yang tidak bertentangan dengan ajaran
Islam. Kemudian kebudayaan mereka itu terbenam dalam samudera kebudayaan islam.
2. Jalan
Bahasa
Jazirah
Arabia adalah sumbernya bahasa Arab, bahasa terkaya di antara rumpun
bahasa-bahasa Samy, dan tempat lahirnya Islam. Orang-orang Arab membawa
bahasanya kemana mereka pergi. Nabi Muhammad SAW turunan Arab, Al-Qur’an dalam
bahas orang Arab dan para Juru dakwah Islam Angkatan pertama adalah orang Arab.
Inilah sebabnya kemudian, Agam dan bahasa dinisbahkan kepada mereka: Agam dan
bahasaArab, sehingga sering-sering oleh ahli sejarah disebutkan kebudayaan
Islam dengan “Kebudayaan Arab”.
Empat
kebudayaan tersebut merupakan sungai-sungai kecil yang mengalir dari
lembah-lembah daerah pegunungan, melalui dataran luas menuju samudera raya,
yaitu SAMUDERA KEBUDAYAAN ISLAM yang tiada bertepi, karena Islam sendiri
meliputi semesta alam.
Terleburlah
kebudayaan-kebudayaan tersebut dan kebudayaan-kebudayaan lainnya yang masih
murni ke dalam suatu ruang yang tiada berlingkup.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar