Sabtu, 22 Februari 2014

SAMUDERA KEBUDAYAAN ISLAM


A.    Bermacam-macam corak kebudayaan.
Dalam negara Islam di Masa Daulah Abbasiyah, berkembang bermacam corak kebudayaan, yang berasal dari beberapa bangsa. Hal ini disebabkan :
1.      Warga negara terdiri dari berbagai unsur bangsa,
2.      Pergaulan yang intim dan kawin campuran,
3.      Berbagai bangsa memeluk agama Islam,
4.      Meningkatnya kemajuan yang membutuhkan ilmu pengetahuan luas dalam segala bidang kehidupan.
Apa yang terjadi dalam unsur bangsa, terjadi pula dalam unsur kebudyaan. Seperti halnya terjadi asimilasi unsur bangsa. Maka terjadi pula asimilasi unsur kebudayaan.
Dalam unsur bangsa terdapat perbedaan-perbedaan. Tiap-tiap unsur bangsa mempunyai kelebihan dan kekurangannya. Turunan yang lahir dari percampuran darah, menghasilkan unsur baru dalam bangsa, yang memiliki kelebihan-kelebihan dua unsur dan keaiban dua darah.
...........
c. Kebudayaan Yunany
Berbicara tentang kebudayaan Yunany, berarti kita membicarakan suatu samudera yang luas. Penaklukka negeri-negeri Asia dan Afrika oleh Iskandar Makdoni, menyebabkan kebudayaan Yunani bertebaran di Benua Timur.
Kemaharajaan Iskandar terdiri dari Yunany dan Makdoni di Eropa, Mesir dan Libya di Afrika, Syria, Palestina, Irak, Parsia, Turkestan, Afghanistan, Bulukhistan dan sebagian India di Asia.
Politik yang dijalankan Iskandar, yaitu mendekatkan negeri-negeri jajahan dengan negeri-negeri berbangsa Grik. Dia melakukan asimilasi unsur Grik dengan unsur Asia dan Afrika dalam pembinaan tamaddun kemaharajaannya. Dia menganjurkan turunan Yunany mempergauli rakyat tanah jajahan, para pujangga dan sarjana disuruh memperkembangkan ilmu dan kebudayaan mereka. Karena itu, menjalarkan peradaban dan kebudayaan Yunany.
Sebelum dan sesudah Islam, terkenalah di Timur beberapa kota yang menjadi pusat kehidupan kebudayaan Yunany. Yang paling termasyuhur yaitu :
1.      Jundaisabur
Terletak di Khuzistan, di bangun oleh sabur I, yang di jadikan tempat pembuangan para tawanan Rumany. Inilah sebab-sebabnya, maka Jundaisabur menjadi sumber kebudayaan Yunany. Pada waktu berkuasanya Kisra Anusyarwan. Keizer Parsia yang terbesar, didirikanlah dalam kota Jundaisabur sekolah tinggi kedokteran yang di ajarkan berbagai ilmu Yunany dengan bahasa Persia. Setelah kota tersebut jatuh di bawah kekuasaan Islam, sekolah tinggi tersebut masih tetap berdiri dan di zaman Daulah Abbasiyah di adakan perubahan-perubahan dan pembaharuan.
Untuk tempat praktek para mahasiswanya, maka Kisra membangunkan sebuah rumah sakit umum yang bernama “Bimarastana”, yang kemudian Fakultas Kedokteran itu pun terkenal dengan nama Sekolah Tinggi Thib Bimarastana.
2.      Harran
Kota yang di bangun di Utara Irak, yang menjadi pusat pertemuan segala macam kebudayaan. Sejak lama kota ini telah di diami oleh berbagai unsur bangsa. Raja-raja Yunany yang silih berganti berusaha menjadikan Harran sebagai pusat peradaban dan kebudayaannya di Timur, sehingga warga kota Harran merupakan pengembang kebudayaan Yunany terpenting di zaman Islam, terutama di masa Daulah Abbasiyah.
3.      Iskandariyah
Ibukota Mesir waktu menjadi jajahan Yunany. Dalam kota Iskandariyah ini lahirnya aliran falsafah terbesar, yang terkenal dengan nama “Filsafat baru Plato” (Neo Platonism) kecuali tempat lahirnya aliran baru filsafah Plato, juga Iskandariyah menjadi pusat kegiatan kebudayaan Yunany, yang terkenal dengan alirn Iskandar.
Untuk pertama kali dalam masa Daulah Amawiyah, aliran Iskandar bertemu dengan dunia Islam, sementara dalam masa Daulah Abbasiyah hubungan Alam pikiran Kaum Muslimin.
Dalam masa Daulah Abbasiyah, kitab-kitab dalam bahasa Yunany banyak sekali di salin ke dalam bahasa Arab, hal mana membuka jalan masuknya pengaruh kebudayaan Yunany ke dalam kebudayaan Islam.
d.Kebudayaan Arab
Masuknya kebudayaan Arab ke dalam Kebudayaan Islam, terjadi dengan dua jalan utama :
1.      Jalur Agama
Islam mengharuskan mempelajari Al-Qur’an, Hadist, Fiqh, yang semuanya dalam bahasa Arab. Pengembangan ajaran agama ini. Pada mulanya dilakukan oleh Muslim Arab, dimana mereka masih memakai kebudayaanya yang tidak bertentangan dengan ajaran Islam. Kemudian kebudayaan mereka itu terbenam dalam samudera kebudayaan islam.
2.      Jalan Bahasa
Jazirah Arabia adalah sumbernya bahasa Arab, bahasa terkaya di antara rumpun bahasa-bahasa Samy, dan tempat lahirnya Islam. Orang-orang Arab membawa bahasanya kemana mereka pergi. Nabi Muhammad SAW turunan Arab, Al-Qur’an dalam bahas orang Arab dan para Juru dakwah Islam Angkatan pertama adalah orang Arab. Inilah sebabnya kemudian, Agam dan bahasa dinisbahkan kepada mereka: Agam dan bahasaArab, sehingga sering-sering oleh ahli sejarah disebutkan kebudayaan Islam dengan “Kebudayaan Arab”.
Empat kebudayaan tersebut merupakan sungai-sungai kecil yang mengalir dari lembah-lembah daerah pegunungan, melalui dataran luas menuju samudera raya, yaitu SAMUDERA KEBUDAYAAN ISLAM yang tiada bertepi, karena Islam sendiri meliputi semesta alam.
Terleburlah kebudayaan-kebudayaan tersebut dan kebudayaan-kebudayaan lainnya yang masih murni ke dalam suatu ruang yang tiada berlingkup.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar